Sumbangan ~ Tolong Klik.... Thanks.

Sunday, September 21, 2008

Ahmadinejad Cabar Obama dan McCain Debat Terbuka di AS


"Tahun lalu, saya menyatakan bersiap sedia untuk berdebat dengan Bush. Akan tetapi, kuasa Bush kini hampir tamat dan debat itu tidak akan membawa pengaruh bagi masa depan kami dan hubungan antara Iran-AS," 
kata Ahmadinejad.

Salah satu ciri negara beradab dan demokrasi adalah menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, meskipun harus beradu hujah dan bukan dengan kekerasan. Inilah yang ingin ditunjukkan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad terhadap pimpinan negara AS, negara yang cenderung memilih jalan 'kekerasan' dan memusuhi Iran.


Untuk itu, ia menentang calon-calon presiden AS, Barack Obama dan John McCain untuk melakukan debat terbuka selama kunjungannya ke New York. 

"Saya bersiap sedia untuk berdebat dengan calon-calon presiden AS tentang isu-isu global, dan disiarkan di televisyen," 
kata Ahmadinejad dalam keterangan  di Tehran.

Ia mengatakan, alasannya mengajak Obama dan McCain untuk debat terbuka, kerana ingin meningkatkan hubungan antara Iran dan AS. "Tahun lalu, saya menyatakan bersiap sedia untuk berdebat dengan Bush. Akan tetapi, kuasa Bush kini hampir tamat dan debat itu tidak akan membawa pengaruh bagi masa depan kami dan hubungan antara Iran-AS," kata Ahmadinejad.

Ahmadinejad dijadualkan akan memberikan pidatonya dalam sidang Dewan Umum PBB di New York tanggal 23 September ini. Akan tetapi, dikabarkan jabatan luar negeri AS sengaja melengahkan proses pengurusan visa Ahmadinejad. Padahal markas besar PBB berpusat di negara AS yang sudah memiliki kerjasama dengan PBB bahawa AS akan mempermudahkan pengeluaran visa kepada ketua negara yang akan hadir ke sidang umum PBB.  Ianya berkaitan kewajipannya untuk mengizinkan kedatangan para pimpinan negara yang akan menyampaikan pidato mereka di sidang umum PBB.

Jika Ahmadinejad diizinkan datang ke sidang Dewan Umum PBB di New York, maka ianya akan menjadi kunjungan keempat Ahmadinejad ke AS sejak ia menjadi presiden Iran pada tahun 2005 lalu. Semasa kunjungannya ke New York tahun 2007, Ahmadinejad meminta izin agar diberikan kebenaran untuk melawat ke Ground Zero untuk memberikan penghormatan kepada para korban tragedi 11 September.  Namun, kerajaan AS menolak permintaan Ahmadinejad itu, termasuk menolak tantangan debat terbuka dengan Bush yang diajukan Ahmadinejad.

Ahmadinejad merancang untuk mengadakan pertemuan dengan para mahasiswa, kalangan intelektual dan warga negara Iran yang tinggal di AS,  jika visa kunjungannya ke New York diluluskan oleh AS. 

- Di terjemahkan semula daripada Indonesia kepada Melayu daripada EraMuslim.

Blog Stats